Juni 2026 Kota Bandar Lampung terjadi inflasi year on year (y-on-y) Kota Bandar Lampung sebesar 1,74 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,43. Tingkat deflasi Kota Bandar Lampung Bulan Juli 2026 month to month (m-to-m) sebesar 0,25 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 2,37 persen.
· Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya delapan indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,39 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,98 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,55 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,17 persen; kelompok transportasi sebesar 4,93 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 2,05 persen; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,83 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,53 persen. Selanjutnya terdapat tiga kelompok mengalami deflasi y-on-y yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,09 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 3,46 persen; dan kelompok pendidikan sebesar 17,07 persen.
· Indeks Harga Konsumen/Inflasi Menurut Kelompok
Tabel 1
IHK dan Tingkat Inflasi Month to Month (m-to-m), Year to Date (y-to-d), dan
Year on Year (y-on-y) Kota Bandar Lampung Menurut Kelompok Pengeluaran
(2022=100), Juli 2026)
· Komoditas dominan andil inflas y-on-y, antara lain: emas perhiasan, bensin, minyak goreng, daging ayam ras, mobil, sigaret kretek mesin (SKM), bahan bakar rumah tangga, ikan layang/ ikan benggol, parfum dan telepon seluler.
· Komoditas dominan andil inflasi m-to-m , antara lain: bensin, beras, telepon seluler, daging sapi, nugget, ikan layang/ ikan benggol, popok bayu sekali pakai/ diapers, pendidikan anak usia dini (PAUD), parfum dan bimbingan belajar.
· Kelompok pengeluaran andil inflas y-on-y, antara lain: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,29 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,28 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,15 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,06 persen; kelompok transportasi sebesar 0,54 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,11 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,18 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,65 persen.
· Kelompok pengeluaran andil deflasi y-on-y, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,06 persen; kategori rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,07 persen dan kelompok pendidikan sebesar 1,39 persen.
1.1 Makanan, Minuman, dan Tembakau : inflasi y-on-y sebesar 4,39 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 112,88 pada Juli 2025 menjadi 117,83 pada Juli 2026.
Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok makanan sebesar 4,39 persen dan terendah yaitu subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 3,75 persen.
Andil inflasi y-on-y sebesar sebesar 1,29 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: minyak goreng sebesar 0,23 persen; daging ayam ras sebesar 0,17 persen; sigaret kretek mesin (SKM) sebesar 0,13; ikan layang/ikan benggol sebesar 0,10 persen; beras sebesar 0,07 persen; air kemasan, tahu mentah, ikan lele sebesar 0,06 persen; dan tempe serta susu cair kemasan sebesar 0,05 persen.
Andil deflasi y-on-y, yaitu: telur ayam ras sebesar 0,09 persen; tomat sebesar 0,08 persen; bawang merah sebesar 0,08 persen; susu bubuk untuk balita sebesar 0,02 persen; cabai rawit sebesar 0,02 persen; ice cream sebesar 0,02 persen; cabai merah sebesar 0,02 persen; makanan ringan/ snack, santan jadi dan jeruk masing-masing sebesar 0,01 persen.
Andil inflasi m-to-m yaitu: bawang merah sebesar 0,11 persen; cabai merah sebesar 0,09 persen; tomat sebesar 0,08 persen; cabai rawit sebesar 0,07 persen; telur ayam ras dan makanan ringan/snack masing masing sebesar 0,03 persen; jeruk, semangka dan daging ayam ras sebesar 0,02; serta sawi hijau sebesar 0,01 persen.
1.2 Pakaian dan Alas Kaki : mengalami deflasi y-on-y sebesar 1,09 persen atau terjadi penurunan indeks dari 104,00 pada Juli 2025 menjadi 102,87 pada Juli 2026.
Subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok alas kaki sebesar 2,23 persen dan terendah yaitu subkelompok pakaian sebesar 0,78 persen. Kelompok ini pada Juli 2026 memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y sebesar 0,03 persen. Sementara kelompok ini pada Juli 2026 tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap deflasi m-to-m Kota Bandar Lampung.
1.3 Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga : mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,98 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 105,26 persen pada Juli 2025 menjadi 107,34 pada Juli 2026.
Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok pemeliharaan, perbaikan, dan keamanan tempat tinggal/perumahan listrik sebesar 5,50 persen, sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y terendah yaitu subkelompok penyediaan air dan layanan rumah lainnya sebesar 0,00 persen.
Andil inflasi y-on-y sebesar 0,28 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: bahan bakar rumah tangga sebesar 0,12 persen; pasir sebesar 0,04 persen; kontrak rumah sebesar 0,03 persen; sewa rumah sebesar 0,02 persen; keramik, cat tembok, semen, papan, cctv dan besi hollow masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Juli 2026 tidak memberikan andil/sumbangan terhadap deflasi m-to-m Kota Bandar Lampung.
1.4 Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga : mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,55 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 103,71 pada Juli 2025 menjadi 106,35 pada Juli 2026.
Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu subkelompok furnitur, perlengkapan, dan karpet sebesar 15,64 persen; subkelompok barang pecah belah dan peralatan makan minum sebesar 3,67 persen; subkelompok tekstil rumah tangga sebesar 2,69 persen; subkelompok peralatan rumah tangga sebesar 2,61 persen; subkelompok peralatan dan perumahan dan kebun sebesar 1,84; serta subkelompok barang dan layanan pemeliharaan rumah tangga rutin sebesar 0,43 persen.
Kelompok ini pada Juli 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,15 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: kasur dan pelicin/ pewangi pakaian sebesar 0,03 persen; upah asisten rumah tangga, dan lemari pakaian masing-masing sebesar 0,02 persen; ember, meja kursi tamu, kain gorden, rak piring, meja kursi makan, karpet masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Juli 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,04 persen.
1.5 Kesehatan : mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,17 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 103,19 pada Juli 2025 menjadi 105,43 pada Juli 2026. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu subkelompok jasa rawat jalan sebesar 2,86 persen dan subkelompok obat-obatan dan produksi kesehatan sebesar 2,65 persen.
Kelompok ini pada Juli 2026 memberikan andil/sumbangan sebesar 0,06 persen terhadap inflasi y-on-y Kota Bandar Lampung. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: vitamin sebesar 0,02 persen; tarif tukang pijat/urut, tarif dokter spesialis, obat batuk dan obat gosok masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Juli 2026 tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap deflasi m-to-m Kota Bandar Lampung.
1.6 Transportasi : mengalami inflasi y-on-y sebesar 4,93 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 109,64 pada Juli 2025 menjadi 115,04 pada Juli 2026.
Dari empat subkelompok pada kelompok ini, semua mengalami inflasi y-on-y. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi sebesar 5,11 persen, sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y terendah yaitu subkelompok jasa angkutan penumpang sebesar 3,84 persen.
Kelompok ini pada Juli 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,54 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: bensin sebesar 0,25 persen; mobil sebesar 0,13; pelumas/oli mesin,perbaikan ringan kendaraan, angkutan sungai, danau dan penyebrangan masing-masing sebesar 0,02 persen; angkutan antar kota, ban luar motor, sepeda motor, tarif kendaraan roda dua online, kendaraan carter/rental masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Juli 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,01 persen.
1.7 Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan : mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,51 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 97,44 pada Juli 2025 menjadi 99,44 pada Juli 2026.
Dari empat subkelompok pada kelompok ini, satu subkelompok mengalami inflasi y-on-y dan tiga subkelompok tidak mengalami perubahan. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu subkelompok peralatan informasi dan komunikasi sebesar 11,90 persen. Subkelompok yang tidak mengalami perubahan, yaitu subkelompok subkelompok layanan informasi dan komunikasi, subkelompok asuransi, dan subkelompok jasa keuangan.
Kelompok ini pada Juli 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,08 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu telepon seluler sebesar 0,08 persen; laptop/notebook sebesar 0,02 persen; dan televisi berwarna sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Juli 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,03 persen.
1.8 Rekreasi, Olahraga, dan Budaya : deflasi y-on-y sebesar 3,46 persen atau terjadi penurunan indeks dari 111,86 pada Juli 2025 menjadi 107,99 pada Juli 2026.
Dari empat subkelompok pada kelompok ini, satu subkelompok mengalami inflasi y-on-y, dua subkelompok mengalami deflasi y-on-y dan satu subkelompok tidak mengalami perubahan, yaitu subkelompok layanan rekreasi dan olahraga. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu layanan kebudayaan sebesar 7,58 persen dan subkelompok koran, buku, dan perlengkapan sekolah sebesar 0,18 persen. Subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y, yaitu subkelompok barang rekreasi lainnya dan olahraga, dan budaya sebesar 10,88 persen.
Kelompok ini pada Juli 2026 memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y sebesar 0,07persen. Sementara kelompok ini pada Juli 2026 tidak memberikan andil/sumbangan deflasi signifikan terhadap deflasi m-to-m Kota Bandar Lampung.
1.9 Pendidikan : mengalami deflasi y-on-y sebesar 17,07 persen atau terjadi penurunan indeks dari 118,32 pada Juli 2025 menjadi 98,12 pada Juli 2026.
Subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y, yaitu subkelompok pendidikan menengah sebesar 54,99 persen. Kelompok Pendidikan pada Juli 2026 memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y sebesar 1,39 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu: uang sekolah menengah atas sebesar 1,11 persen. Sementara kelompok ini pada Juli 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m Kota Bandar Lampung sebesar 0,02 persen.
1.10 Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran Kelompok : mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,83 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 104,03 pada Juli 2025 menjadi 105,93 pada Juli 2026.
Kelompok ini terdiri dari satu subkelompok, yaitu subkelompok jasa pelayanan makanan dan minuman yang mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,83 persen. Kelompok ini pada Juli 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,18 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: nasi dengan lauk sebesar 0,08 persen; mie sebesar 0,04 persen; martabak sebesar 0,03 persen; sayur olahan sebesar 0,02 persen; hamburger sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Juli 2026 tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap inflasi m-to-m Kota Bandar Lampung.
1.11 Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya : mengalami inflasi y-on-y sebesar 10,53 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 111,27 pada Juli 2025 menjadi 122,99 pada Juli 2026.
subkelompok mengalami inflasi y-on-y dan satu kelompok tidak mengalami perubahan. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu subkelompok perawatan pribadi lainnya sebesar 24,49 persen dan subkelompok perawatan pribadi sebesar 4,26 persen. Sementara subkelompok yang tidak mengalami perubahan yaitu subkelompok jasa lainnya.
Andil inflasi y-on-y sebesar 0,65 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: emas perhiasan sebesar 0,44 persen; parfum sebesar 0,09; popok bayi sekali pakai/diapers, deodorant dan krim wajah sebesar 0,03 persen; tarif gunting rambut pria sebesar 0,02 persen; pembersih/ penyegar, shampo, facial/peeling, tissu, jam tangan, sabun mandi cair, tarif gunting rambut wanita, pijat non medis/urut/refleksi dan kapas masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Juli 2026 mengalami deflasi m-to-m sebesar 0,02 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, yaitu: emas perhiasan sebesar 0,04 persen; shampo sebesar 0,03 persen dan perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,02 persen.
· Perbandingan Inflasi Tahunan
Pada Juli 2026, tingkat inflasi y-on-y sebesar 1,74 persen, tingkat deflasi m-to-m sebesar 0,25 persen, dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 2,37 persen. Tingkat inflasi y-on-y untuk Juli 2025 dan Juli 2024 masing-masing sebesar 2,30 persen dan 2,18 persen. Sementara tingkat inflasi m-to-m Juli 2025 dan Juli 2024 masing-masing sebesar 0,08 persen dan -0,01 persen. Sedangkan tingkat inflasi y-to-d Juli 2025 dan Juli 2024 masing-masing sebesar 1,06 persen dan 0,44 persen.
Tabel 2
Tingkat Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Tahun ke Tahun 2024–2026 (Persen)
Gambar 1
Tingkat Inflasi Tahunan Desember 2024 – 2026 (Persen)
Tim Pengendali Inflasi Daerah - Kota Bandar Lampung
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) merupakan satuan khusus yang bertugas menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan inflasi khususnya di Kota Bandar Lampung.
Pemerintah Kota Bandar Lampung
Jl. Dr.Susilo No.2 Bandar Lampung, Kota Bandar Lampung
(0721) 456-7890
diskominfo@bandarlampungkota.go.id
© TPID KOTA BANDAR LAMPUNG 2026. All Rights Reserved.